Membangun Sistem yang Bertumbuh: Kenapa 'Bisa Jalan' Tidak Cukup
Fajrian Aidil Pratama 3 menit baca
Banyak bisnis yang pernah punya pengalaman serupa: aplikasi sudah selesai dibuat, sudah bisa dipakai, tetapi enam bulan kemudian ada permintaan perubahan kecil yang ternyata memakan waktu berminggu-minggu. Atau lebih buruk: sistemnya tidak bisa dikembangkan tanpa harus dibangun ulang dari awal.
Akar masalahnya adalah perbedaan mindset antara membuat aplikasi dan membangun sistem.
Membuat vs. membangun
Ketika seseorang meminta “dibuatkan aplikasi,” yang ada di benak mereka biasanya adalah: sesuatu yang bisa digunakan, punya tampilan yang bagus, dan berjalan sesuai brief. Itu valid. Namun, kalau developer hanya berorientasi pada hal itu, yang dihasilkan adalah sesuatu yang bisa jalan hari ini, bukan sesuatu yang siap untuk besok.
Sistem yang benar-benar berguna harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Kalau traffic tumbuh 10x, apa yang akan pecah pertama?
- Kalau ada perubahan aturan bisnis, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk implementasi?
- Kalau satu orang di tim keluar, apakah orang lain bisa meneruskan tanpa harus belajar dari nol?
Pertanyaan-pertanyaan ini jarang muncul di brief. Jawabannya menentukan apakah sebuah sistem akan menjadi aset atau beban bagi bisnis.
Kenapa gap ini sering terjadi
Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada gap ini.
Pertama, tekanan waktu dan anggaran sering membuat keputusan yang merugikan jangka panjang. Shortcut di fase awal terasa tidak berbahaya, tetapi akumulasinya menciptakan technical debt yang semakin berat setiap bulannya.
Kedua, komunikasi antara klien dan developer sering berhenti di level fitur. “Saya butuh fitur login, fitur laporan, fitur notifikasi.” Jarang ada diskusi tentang: bagaimana data ini akan diakses dalam dua tahun? Bagaimana kalau ada integrasi dengan sistem lain?
Ketiga, banyak vendor yang juga tidak punya framework berpikir yang lebih dalam dari “selesaikan requirement yang diberikan.” Ini konsekuensi alami dari model bisnis yang berfokus pada volume project, bukan kritik.
Pendekatan yang berbeda
Di Banua Coder, kami belajar bahwa fase yang paling penting dalam sebuah project justru sebelum baris kode pertama ditulis.
Discovery bukan formalitas. Kami tidak datang ke discovery call dengan template pertanyaan standar. Kami datang untuk memahami bagaimana bisnis klien sebenarnya bekerja: proses mana yang paling sering bermasalah, data apa yang paling sering dibutuhkan tetapi sulit diakses, dan apa yang klien sebenarnya butuhkan vs. apa yang mereka pikir mereka butuhkan.
Solution mapping sebelum wireframe. Sebelum memikirkan tampilan, kami memikirkan struktur. Data model seperti apa yang akan mendukung pertumbuhan? Bagian mana yang mungkin berubah dalam 12 bulan ke depan? Dependency apa yang perlu diisolasi?
Engineering dengan konteks bisnis. Pilihan teknis selalu punya implikasi bisnis. Memakai database tertentu, arsitektur tertentu, atau pola tertentu menyangkut apa yang paling sesuai dengan ukuran tim, kapasitas maintenance, dan arah pertumbuhan klien, bukan preferensi teknis semata.
Apa artinya bagi Anda
Kalau Anda sedang mempertimbangkan membangun sebuah sistem digital, entah aplikasi internal, platform member, atau sistem operasional, ada beberapa hal yang layak ditanyakan ke vendor mana pun yang Anda pertimbangkan:
- Bagaimana Anda menangani perubahan requirement setelah development mulai?
- Bagaimana struktur data yang Anda rancang untuk mendukung fitur yang mungkin kami tambahkan nanti?
- Apa yang terjadi kalau kami perlu menskalakan sistem ini?
Jawabannya akan memberi gambaran yang cukup jelas tentang apakah vendor tersebut hanya bisa membuat aplikasi, atau bisa membantu Anda membangun sistem.
Banua Coder didirikan dengan keyakinan bahwa bisnis dan organisasi di Indonesia, termasuk yang berbasis di luar Jakarta, berhak mendapatkan partner teknologi yang berpikir sejauh ini, bukan vendor yang hanya mengeksekusi brief.
Kalau Anda punya sistem yang perlu diperbaiki, proses yang perlu didigitalkan, atau ide yang ingin dijadikan produk, mari kita diskusikan.
Penulis
Fajrian Aidil Pratama
Founder & Director
Fajrian adalah Founder & Director Banua Coder, software engineer dengan pengalaman di mobile engineering, platform, dan digital product development. Latar belakang ini membentuk cara Banua Coder bekerja: lebih terstruktur dalam memetakan masalah, lebih kritis dalam merancang solusi, dan lebih disiplin dalam delivery.
Baca lebih lanjut dari Ryan →Mulai proyek
Punya sistem yang ingin dibangun?
Jadwalkan diskusi dan ceritakan apa yang ingin Anda luncurkan.